Skywalk Tegar Beriman Jadi Sorotan: Keterlambatan, Transparansi Dana CSR, hingga Dugaan Persoalan Konstruksi

  

CIBINONG – Proyek pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) atau Skywalk Tegar Beriman di kawasan Cibinong kembali menjadi perhatian publik. Sejumlah temuan di lapangan memunculkan pertanyaan mengenai ketepatan waktu pelaksanaan proyek, transparansi sumber pendanaan, hingga aspek keselamatan konstruksi yang kini telah digunakan masyarakat.


Berdasarkan dokumen kontrak bernomor 126/Kontrak/MAP/I/2026 dan 186/SKP/JTBC/ABG/I-2026, proyek yang dikerjakan PT Arga Bina Group Engineering tersebut dijadwalkan selesai dalam waktu 130 hari kalender, terhitung sejak 14 Januari hingga 23 Mei 2026.


Namun hasil pantauan di lapangan pada 21 Juni 2026 menunjukkan pekerjaan masih berlangsung. Beberapa bagian bangunan terlihat masih dalam proses penyelesaian, termasuk pekerjaan pengecatan. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan karena sebelumnya proyek tersebut telah diresmikan pada 30 Mei 2026.


Perbedaan kondisi fisik antara saat peresmian dan kondisi terkini menjadi bahan diskusi di kalangan masyarakat. Sejumlah pihak mempertanyakan alasan peresmian dilakukan ketika pekerjaan diduga belum sepenuhnya selesai.


Tidak hanya soal progres pekerjaan, aspek transparansi pendanaan juga menjadi sorotan. Pada papan informasi proyek, tidak tercantum nilai anggaran maupun identitas perusahaan yang menjadi sumber pendanaan. Informasi yang tersedia hanya menyebutkan bahwa proyek berasal dari dana swasta atau Corporate Social Responsibility (CSR).


Praktisi hukum Berto Harianja menilai informasi tersebut belum cukup untuk memenuhi prinsip keterbukaan kepada publik. Menurutnya, dana CSR tetap merupakan bagian dari kewajiban perusahaan yang pelaksanaannya perlu dapat dipertanggungjawabkan.


“Dana CSR bukan sekadar bantuan yang dapat dikelola tanpa mekanisme pengawasan. Transparansi sumber dana dan penggunaannya penting untuk menjaga akuntabilitas,” ujar Berto kepada wartawan, Selasa (23/06).


Selain persoalan administrasi dan transparansi, perhatian juga tertuju pada kualitas konstruksi. Dari hasil pengamatan, terdapat bagian pagar atau pembatas besi pada sisi skywalk yang disebut hanya memiliki titik pengelasan pada bagian tertentu. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran mengenai kekuatan sambungan konstruksi apabila tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang dipersyaratkan.


Meski demikian, penilaian mengenai kelayakan dan keamanan struktur bangunan tentu memerlukan pemeriksaan teknis oleh pihak yang berwenang dan memiliki kompetensi di bidang konstruksi.


Atas berbagai temuan tersebut, sejumlah pihak mendorong dilakukan audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap proyek Skywalk Tegar Beriman, mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan pekerjaan, sumber pendanaan, hingga kualitas hasil konstruksi.


Publik juga berharap instansi terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum, Inspektorat Kabupaten Bogor, serta aparat pengawas lainnya, dapat memberikan penjelasan resmi mengenai status penyelesaian proyek dan mekanisme pengawasannya.


Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait mengenai keterlambatan pekerjaan, sumber pendanaan CSR, serta temuan yang menjadi sorotan masyarakat tersebut. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi guna memenuhi prinsip keberimbangan informasi.(Tim/red).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penyanyi Mandarin Asal Jember Ini Viral Gara-Gara 'Mardua Holong', Judika Terharu

PN Jakarta Pusat Tolak PKPU PT. Prima Solusi Comoutindo terhadap Yusuf Mansur

Advokat Dr. M. Ali Syaifudin, S.H., M.H., Ketua Umum Organisasi Advokat PADIRAYA.Menyampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru 2026