Festival Sepeda Ontel Internasional Sumatera–Jawa 2026 Diikuti Ratusan Pecinta Sepeda Ontel dari Berbagai Daerah di Indonesia hingga Mancanegara
Keterangan foto: Prof. Dr. H. Paiman Raharjo, Mantan Wakil Menteri Desa yang kini dalam Komunitas Sepeda Ontel Indonesia sebagai Ketua Dewan Pembina(tengah).
Jakarta. - Festival Sepeda Ontel Internasional Sumatera–Jawa 2026 resmi dimulai dari kawasan Patung Kuda Monas, Jakarta, Kamis (14/5/2026).
Kegiatan budaya dan olahraga ini diikuti ratusan pecinta sepeda ontel dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.
Peserta datang dari berbagai wilayah seperti Sumatera, Kalimantan, Makassar, Palembang, Jambi, Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga komunitas luar negeri seperti Belanda, Australia, Malaysia, Singapura, dan Thailand.
Seluruh peserta nantinya akan berkumpul di Klaten, Jawa Tengah, sebagai pusat kegiatan festival internasional tersebut.
Keterangan foto: Prof. Dr. H. Paiman Raharjo, Mantan Wakil Menteri Desa yang kini dalam Komunitas Sepeda Ontel Indonesia sebagai Ketua Dewan Pembina.
Prof. Dr. H. Paiman Raharjo, Mantan Wakil Menteri Desa yang kini dalam Komunitas Sepeda Ontel Indonesia sebagai Ketua Dewan Pembina, mengatakan kepada awak media. Bahwa kegiatan ini menjadi momentum bersejarah karena menyatukan komunitas sepeda ontel lintas daerah dan negara dalam semangat budaya, persaudaraan, serta gaya hidup sehat.
“Kami berharap Monas Jakarta dapat menjadi titik penyambutan sekaligus pelepasan peserta dari berbagai daerah.
Menurutnya, Ini bukan sekadar perjalanan sepeda, tetapi juga festival internasional yang mempererat persahabatan antarbangsa,” ujar Prof. Paiman Raharjo didampingi Aris saat ditemui Awak. Media di Monas Jakarta,Kamis 14/05/2026.
Ditambahkannya, peserta akan menempuh perjalanan panjang secara bertahap dengan pola istirahat yang telah diatur, mulai dari Jakarta menuju Karawang, Cirebon, hingga akhirnya tiba di Klaten dan kawasan Prambanan.
“Mereka sudah terbiasa menjaga ritme perjalanan dan kesehatan," ungkapnya.
Banyak peserta yang rutin bersepeda jarak jauh setiap minggu, bahkan hingga 150 kilometer pulang-pergi,” tambahnya.
Festival ini juga menjadi bentuk pelestarian budaya sepeda ontel yang telah diwariskan sejak zaman dahulu. Sejumlah peserta bahkan masih menggunakan sepeda klasik keluaran tahun 1960-an hingga 1970-an yang memiliki nilai sejarah tinggi.
Menariknya, komunitas sepeda ontel tidak hanya diikuti kalangan lanjut usia, tetapi juga banyak generasi muda. Beberapa komunitas dari Jawa Timur bahkan didominasi peserta berusia di bawah 40 tahun.
Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan melalui olahraga bersepeda.
“Manfaat bersepeda jarak jauh bukan hanya menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga memperkuat kecintaan terhadap budaya dan kebersamaan,” pungkasnya.
Festival Sepeda Ontel Internasional Sumatera–Jawa 2026 dijadwalkan berlangsung hingga seluruh peserta tiba di Klaten, Jawa Tengah, dengan berbagai agenda budaya dan kebersamaan antar komunitas sepeda dari dalam maupun luar negeri.(Red)




Komentar
Posting Komentar