Drama Politik Issu Ijasah Jokowi

   


Keterangan Foto: Pakar Kebijakan Publik, Prof.DR.H. Paiman Raharjo,M.M.,MSi.


Jakarta - Sudah satu tahun lebih Issu Ijasah Palsu Ir.Joko Widodo tak kunjung berakhir dan terus menjadi hiasan di media  sosial.


Menyoroti hal ini, Pakar Kebijakan Publik yang namanya ikut terseret dalam Issu Ijasah Jokowi memberikan tanggapan serius. Menurut Paiman Raharjo Issu Ijasah Jokowi syarat muatan Politik dan memang sengaja dibuat drama seri yang panjang, agar opini yang dibangun semakin mempengaruhi persepsi masyarakat seolah olah Ijasah Jokowi palsu.


Ditambahkannya, Padahal simple saja untuk membuktikan Ijasah itu Palsu apa tidak Palsu, mengingat Ijasah merupakan produk lembaga pendidikan yang mewakili pemerintah. Tatkala lembaga yang mengeluarkan Ijasah tersebut mengakui dan menyatakan Ijasah tersebut asli, seharusnya sudah Clear dan jelas, ujar Paiman kepada Media Majalah CEO di Jakarta, hari ini Senin 9/3/2026.


Paiman mengatakan, Tetapi dalam kasus Ijasah Jokowi ini, sepertinya sengaja dibuat drama seri yang panjang, agar terbentuk opini negatif bagi Jokowi. Mengapa Jokowi menjadi sasaran agar citranya buruk dan negatif, karena Jokowi sosok berpengaruh yang dapat membangun Indonesia lebih baik dan maju. Banyak negara asing dan kelompok tertentu yang tidak suka jika Indonesia menjadi negara maju, maka taktik adu domba dimainkan, agar rakyat Indonesia membenci Jokowi yang merupakan orang hebat yang dimiliki Indonesia. Sudah banyak cara yang dilakukan untuk menghancurkan Jokowi tetapi tidak berhasil, karena walau dicari cari kesalahannya dari berbagai aspek tidak ditemukan dan Jokowi terbukti bersih. Sehingga dimunculkan issu Ijasah Palsu, agar masyarakat terprovokasi dan membenci Jokowi. Taktik adu domba ini pernah dimainkan saat Indonesia dijajah Belanda ratusan tahun. Jadi Issu Ijasah Jokowi ini merupakan strategi adu domba agar Indonesia lemah dan tidak bisa maju,ungkapnya.


Paiman menambahkan,Di singgung dirinya dikaitkan  dengan Issu Ijasah Jokowi, Paiman menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak tahu menahu dan tidak masuk akal. Pasalnya bahwa Ijasah Jokowi sudah digunakan untuk persyaratan Walikota Solo tahun 2005, sedang saya belum kenal pak Jokowi, dan tiba tiba tahun 2012 Ijasah Jokowi di cetak di pasar pramuka, kan jelas tidak sinkron, karena tahun 2005 Ijasah tersebut sudah digunakan dalam pilkada Solo, selain itu secara  legalitas hukum, Fakultas Kehutanan UGM telah mengakui Ijasah Jokowi asli,jelasnya.


"Jadi sangat jelas, Issu Ijasah Jokowi sangat kental dengan muatan Politik, walaupun kelompok yang mempermasalahkan Ijasah Jokowi berdalih keterbukaan publik karena Jokowi pejabat publik. Saat ini Jokowi rakyat biasa bukan pejabat publik lagi, mengapa Issu Ijasah Jokowi tidak dipermasalahkan saat Jokowi menjadi Walikota, Gubernur dan saat menjadi Presiden, jadi jelas ini agenda jahat untuk melemahkan orang orang hebat yang dimiliki Indonesia. Saya menyakini jelas ada agenda kelompok tertentu untuk menghancurkan orang hebat yang dimiliki Indonesia, agar Indonesia lemah, ujar Paiman menutup perbincangannya.(Red).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penyanyi Mandarin Asal Jember Ini Viral Gara-Gara 'Mardua Holong', Judika Terharu

PN Jakarta Pusat Tolak PKPU PT. Prima Solusi Comoutindo terhadap Yusuf Mansur

Advokat Dr. M. Ali Syaifudin, S.H., M.H., Ketua Umum Organisasi Advokat PADIRAYA.Menyampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru 2026