Di Balik Rupiah yang Jebol: Militerisasi, Beban Anggaran, dan Risiko Terkoyaknya Kekuasaan
Penulis : Farid Fathur F (F3 Strategic Concept) Jakarta , 3 Juni 2026 – Hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles hingga hampir 5% menembus level psikologis 5.900, sementara nilai tukar Rupiah resmi menembus angka Rp17.900 per Dolar AS dan terus menanjak mendekati Rp18.000. Di lantai bursa dan pasar valuta asing, suasana panik terasa nyata: modal asing keluar besar-besaran, likuiditas menipis, dan kepercayaan publik terhadap arah kebijakan negara mulai runtuh. Di balik angka-angka yang memilukan itu, tersembunyi sebuah cerita besar tentang perubahan arah pemerintahan, beban fiskal yang tak tertahankan, dan kekhawatiran akan mundurnya demokrasi di Indonesia. Apa yang terjadi saat ini bukan sekadar gejolak ekonomi biasa, melainkan dampak berantai dari kebijakan besar yang diambil pemerintah, yang kini mulai menunjukkan sisi rapuhnya. Berikut adalah pembedahan lengkap berdasarkan data, kecenderungan pasar, dan peta politik yang sedang berlangsung....