CEO GROUP | KABUPATEN BANDUNG — Dalam rangka mendukung percepatan penanganan lahan kritis dan pemulihan ekosistem, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat melaksanakan kegiatan peninjauan lokasi dan pemasangan spanduk di wilayah Hulu Citarum, Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jumat (9/10/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dipusatkan di Sekretariat Kelompok Tani Hutan (KTH) Alam Lestari, depan Alfamart, Desa Cibeureum. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan serta memulihkan fungsi kawasan hulu sebagai daerah resapan air.
Kegiatan tersebut berada di bawah tanggung jawab Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Dodit Ardian Pancapana, S.T., M.Sc., serta dihadiri unsur TNI, pemerintah daerah, instansi kehutanan, pemerintah kecamatan dan desa, serta kelompok masyarakat.
Pjs. Dansektor 1 Cisanti Citarum Harum, Kapten Inf. Sachrizal, turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap sinergi lintas sektor dalam penanganan lahan kritis dan pemulihan ekosistem di kawasan Hulu Citarum.
Dalam penyampaiannya, Kapten Inf. Sachrizal menekankan bahwa upaya menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di wilayah Hulu Citarum, memerlukan kerja sama dan kepedulian seluruh pihak. Penanganan lahan kritis tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi membutuhkan keterlibatan pemerintah, TNI, instansi terkait, serta masyarakat agar upaya pemulihan lingkungan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Menurutnya, kawasan Hulu Citarum memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan ketersediaan sumber daya air. Oleh karena itu, pelestarian kawasan hulu harus menjadi perhatian bersama melalui langkah nyata, termasuk menjaga kondisi lingkungan, mendukung pemulihan lahan kritis, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam.
Kapten Inf. Sachrizal juga menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi antarlembaga dalam mendukung program pemulihan lingkungan. Dengan adanya sinergi yang kuat, diharapkan setiap kegiatan yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung keberlangsungan fungsi ekologis kawasan Hulu Citarum.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Dansatgas Citarum Harum Kolonel Inf. Yanto Kusno Hendarto, S.H.; Kepala Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten Yudha Suswardhanto, S.Hut., M.Sc.; Kepala Seksi Wilayah I Jakarta, Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Jabalnusra, Neneng Kurniasih, S.E., M.H.; Danyon TP 333/Macan Cisanti Letkol Inf. Noor Sapta Harry Wijaya, S.S.T.Han., S.I.P.; Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ir. Hj. Ina Dewi Kania, M.P.; serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Drs. H. Ruli Hadiana, S.Sos., M.I.Pol.
Hadir pula Administratur Perum Perhutani KPH Bandung Selatan Lily Kurnia Asih, S.Hut.; Camat Kertasari Sandi Apriatna, S.STP.; Danramil 2406/Kertasari Kapten Inf. Sachrizal; Plh. Pasi Intel Yonif TP 333/Macan Cisanti Letda Inf. Asep; para kepala desa se-Kecamatan Kertasari; KTH Alam Lestari yang diwakili Cecep Solihin; anggota Sektor Citarum Harum; anggota Yonif TP 333/Macan Cisanti; serta unsur Jaga Leuweung Kecamatan Kertasari.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan dari Dansatgas Citarum Harum, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, dan Kepala Desa Cibeureum. Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama, foto bersama, peninjauan lokasi, serta pemasangan spanduk di wilayah Hulu Citarum.
Peninjauan tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi antarinstansi dalam mendukung upaya percepatan penanganan lahan kritis dan pemulihan ekosistem. Selain itu, keterlibatan kelompok masyarakat dan unsur kewilayahan diharapkan mampu meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan di sekitar kawasan hulu.
Melalui kegiatan ini, seluruh unsur yang hadir diharapkan terus memperkuat komitmen dan kerja sama dalam menjaga kelestarian kawasan Hulu Citarum. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pemulihan lingkungan, menjaga fungsi daerah resapan air, dan mewujudkan ekosistem yang lestari bagi masyarakat.
Kegiatan berakhir pada pukul 11.20 WIB dengan jumlah peserta kurang lebih 100 orang. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.**


0 Komentar