CEO GROUP | BANDUNG BARAT — Satuan Tugas Citarum Harum menggelar Rapat Evaluasi Satgas Citarum Harum bulan Agustus 2026 dengan agenda utama membahas langkah terpadu dalam menyelesaikan persoalan limbah kotoran hewan (KOHE) di wilayah Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.
Kegiatan berlangsung pada Jumat, 11 September 2026, pukul 14.00 WIB hingga selesai, bertempat di Balai Desa Cihideung, Jalan Terusan Sersan Bajuri No. 22, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Rapat dipimpin langsung oleh Dansatgas Citarum Harum, Kolonel Inf Yanto Kusno Hendarto, S.H.
Rapat evaluasi tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum sebagaimana amanat Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018, serta tindak lanjut perintah pelaksanaan Satgas Citarum Harum Kodam III/Siliwangi Tahun Anggaran 2026.
Turut hadir Kepala DKPP Provinsi Jawa Barat Linda Al Amin, S.T., M.T., Dansektor 8 Citarum Harum Kolonel Inf Masrief beserta Baops dan Dansub Parongpong, Sekretariat Satgas Citarum Harum Sandy, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Bandung Barat drh. Wiwin Aprianti, M.Si., Camat Parongpong Drs. Agus Ganjar Hidayat, M.Si., Danramil 0910/Cisarua Kapten Inf Asep Syaripudin, serta para kepala desa, unsur koperasi dan kelompok peternak.
Di antaranya Kepala Desa Cihideung Ade Obih, Kepala Desa Cihanjuang Rahayu Deni Daryanto, Kepala Desa Cigugur Girang Priana, S.E., M.I.P., Ketua KPSBU Lembang H. Dedi Setiadi, Ketua Koperasi Puspa Mekar Djatnika, serta Ketua Poktan Ternak Kurnia Rahayu.
Pembahasan diarahkan pada upaya mencari solusi konkret dan berkelanjutan terhadap persoalan KOHE, khususnya agar limbah peternakan tidak lagi mencemari saluran air maupun anak sungai yang bermuara ke DAS Citarum.
Dalam rapat tersebut, unsur pemerintah daerah, Satgas Citarum Harum, pemerintah desa, koperasi dan kelompok peternak menyatukan langkah untuk memperkuat pengelolaan limbah peternakan dari sumbernya. Penanganan KOHE tidak hanya dipandang sebagai persoalan kebersihan lingkungan, tetapi juga sebagai bagian penting dari upaya menjaga kualitas air dan ekosistem DAS Citarum.
Dansatgas Citarum Harum Kolonel Inf Yanto Kusno Hendarto, S.H., menegaskan bahwa penyelesaian persoalan KOHE membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, terutama karena aktivitas peternakan masyarakat berkaitan langsung dengan kondisi lingkungan di sekitar DAS.
«“Persoalan KOHE tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Satgas Citarum Harum bersama pemerintah daerah, pemerintah desa, koperasi dan kelompok peternak harus duduk bersama mencari solusi yang dapat dilaksanakan di lapangan. Yang paling penting adalah bagaimana limbah tersebut dapat dikelola dengan baik sehingga tidak lagi mencemari lingkungan dan saluran air,” tegasnya.»
Menurutnya, pendekatan yang dilakukan harus mengedepankan solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Limbah peternakan yang selama ini menjadi persoalan lingkungan perlu diarahkan agar dapat dikelola dan dimanfaatkan secara tepat sehingga memiliki nilai guna bagi sektor pertanian maupun peternakan.
Sementara itu, Dansektor 8 Citarum Harum Kolonel Inf Masrief menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memperkuat pengawasan dan pendampingan di wilayah Sektor 8, khususnya terhadap aktivitas peternakan yang berpotensi memberikan dampak terhadap aliran sungai.
«“Kami di Sektor 8 siap mendukung langkah bersama untuk menyelesaikan persoalan KOHE di wilayah Parongpong. Penanganannya harus dimulai dari sumbernya, dengan meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan para peternak dalam mengelola limbah. Jangan sampai KOHE dibuang ke selokan atau aliran sungai karena dampaknya akan kembali kepada masyarakat dan lingkungan,” ujar Kolonel Inf Masrief.»
Dansektor 8 menambahkan, sinergi dengan pemerintah desa, koperasi dan kelompok peternak menjadi kunci agar pengelolaan KOHE dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.
“Harapannya, dari rapat ini lahir langkah nyata yang bisa langsung diterapkan di lapangan. Kami tidak hanya melakukan penertiban, tetapi juga mendorong adanya solusi pengelolaan KOHE yang bermanfaat bagi peternak sekaligus menjaga kelestarian DAS Citarum,” tambahnya.
Rapat evaluasi ini diharapkan menjadi momentum memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menangani persoalan limbah peternakan di wilayah Parongpong. Melalui kolaborasi antara Satgas Citarum Harum, pemerintah daerah, pemerintah desa, koperasi dan masyarakat peternak, upaya pengendalian pencemaran DAS Citarum diharapkan dapat dilakukan secara lebih efektif, terukur dan berkelanjutan.
Satgas Citarum Harum berkomitmen untuk terus mendorong perubahan perilaku masyarakat sekaligus menghadirkan solusi nyata dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, khususnya di sepanjang wilayah DAS Citarum.**

0 Komentar